-->

Dasar-dasar Manajemen Proyek

Dasar-dasar Manajemen Proyek

Manajemen merupakan suatu usaha/ cara untuk memanfaatkan sumber daya (sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Usaha/ cara : proses manajemen
  • Sumber daya : unsur-unsur manajemen
  • Tujuan tertentu : tujuan adanya kegiatan sekelompok orang!saling berinteraksi

Konsep Manajemen

  • Manajemen Ilmiah (scientific management, P.W Taylor, 1911): Manusia sebagai alat produksi.
  • Manajemen dengan pendekatan hubungan manusia (human relation behavioral approach, Elton Mayo): Manusia bukan hanya alat produksi, perlu pendekatan kemanusiaan
  • Manajemen dengan pendekatan penyelidikan operasional (management science): Sistem dan matematik; aliran kuantitatif (optimasi)
  • Manajemen dengan pendekatan situasional (contingency approach): Manajemen risiko (risk management)
Tingkatan Manajemen



Unsur-unsur manajemen

Unsur-unsur manajemen adalah sumber daya yang perlu diatur/ dikelola, karena pada umumnya terbatas. Unsur-unsur manajemen Sumber daya (Resources) 5M
Man: Manusia/ orang (tenaga kerja)
Material: Bahan-bahan
Machine: Peralatan, Mesin-mesin
Method: Metoda, teknologi
Money: Dana, uang, modal

Manajemen Sebagai Suatu Sistem



  • Kegiatan (oleh seseorang/ sekelompok orang)
  • Rutin : berulang-ulang, terus-menerus, waktu tidak terbatas
  • Proyek : satu kali (tidak berulang-ulang) waktu yang terbatas – ada awal dan akhir yang jelas Hasil suatu proyek bersifat unik, bukan massal


Konstruksi atau Bangunan

Konstruksi atau bangunan adalah fasilitas bagi manusia untuk memanfaatkan keadaan alam atau melindungi/ menanggulangi keadaan alam.

Jenis-jenis bangunan

  • Rumah Tinggal : Rumah, Hotel, Apartemen, dsb. (Kebutuhan manusia untuk istirahat)
  • Gedung : Kantor, Mall, Pusat Hiburan, dsb. ( Kebutuhan manusia untuk melakukan kegiatan/ kerja)
  • Sipil : Memanfaatkan atau menanggulangi keadaan alam untuk kepentingan manusia; jalan, jembatan, dam, dermaga, dsb.
  • Industri : fasilitas untuk memproduksi barang untuk dan oleh manusia

Proyek Konstruksi

Rangkaian kegiatan untuk membangun/ mendirikan suatu bangunan atau konstruksi. Karaketeristiknya :
  • Pada lokasi yang tertentu (tidak berpindah-pindah)
  • Waktu yang terbatas
  • Tidak berulang, hasilnya bersifat unik
  • Biaya kumulatif, kurva S
  • Pola Kegiatan tidak merata
  • Intensitas kegiatan tidak linier
  • Menggunakan sumber daya proyek yang spesifik.


Manajemen Proyek Konstruksi

Manajemen proyek konstruksi adalah suatu usaha melalui proses manajemen yaitu Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pada kegiatan proyek dari awal sampai akhir proyek secara terus-menerus agar proyek dapat mencapai tujuannya secara :
  • Biaya sesuai dengan yang dialokasikan !(B)
  • Mutu/ Kualitas yang optimal dan proses yang lancar !(M)
  • Waktu (tepat waktu dan efisien)!(W)

Tahapan Kegiatan Proyek Konstruksi



  1. Aspek-aspek yang ditinjau : fungsional, lokasi dan lapangan, konstruksi, operasional
  2. Untuk meyakinkan pemilik proyek bahwa proyek konstruksi yang diusulkan layak untuk dilaksanakan, baik dari aspek perencanaan dan perancangan, aspek ekonomi (biaya dan sumber pendanaan), maupun aspek lingkungannya.
  3. Untuk memungkinkan pemilik proyek menjelaskan fungsi proyek dan biaya yang diijinkan, sehingga konsultan perencana dapat secara tepat menafsirkan keinginan pemilik proyek dan membuat tafsiran biaya yang diperlukan
  4. Untuk melengkapi penjelasan proyek dan menentukan tata letak, rancangan, metoda konstruksi, dan taksiran biaya agar mendapatkan persetujuan dari pemilik proyek dan pihak berwenang yang terlibat.
  5. Untuk mempersiapkan informasi pelaksanaan yang diperlukan, termasuk gambar rencana dan spesifikasi, serta dokumen pelelangan tender.
  6. Untuk menunjuk kontraktor sebagai pelaksana utama atau sejumlah kontraktor sebagai sub-kontraktor yang melaksanakan konstruksi di lapangan
  7. Untuk mewujudkan bangunan/ konstruksi yang dibutuhkan oleh pemilik proyek, dan yang sudah dirancang oleh konsultan perencana dalam batasan biaya dan waktu yang telah disepakati, dengan mutu yang disyaratkan.
  8. Menjamin agar bangunan yang telah selesai sesuai dengan dokumen kontrak, dan semua fasilitas bekerja sebagaimana mestinya. Selain itu, pada tahap ini juga dibuat suatu catatan mengenai konstruksi berikut petunjuk operasinya, dan melatih staf dalam menggunakan fasilitas yang tersedia.

Share this:

Disqus Comments