-->

Jenis-jenis Peralatan Pemadat Dan Fungsinya

Jenis-jenis Peralatan Pemadat Dan Fungsinya

Pada dasarnya pekerjaan pemadatan yang efisien akan dapat memberikan peningkatan pada bearing capacity dan stabilitas dari suatu timbunan, meningkatkan daya lindung peresapan atau impermeability serta dalam beberapa hal dapat menjaga longsoran atau pergeseran permukaan.

Pemadatan yang baik dapat memberikan hasil dimana lapisan permukaan tanah menjadi stabil untuk menahan beban tetap dan beban kendaraan.

Bermacam-macam material timbunan yang harus dipadatkan, mulai dari tanah dengan partikel yang halus sampai pada timbunan agregat dan batu pecah berukuran besar.

Untuk percapaian tingkat kepadatan dan efektifikas pemadatan lapisan timbunan dari berbagai material tersebut perlu pemilihan jenis peralatan pemadat yang sesuai. Pada saat ini untuk menambah efektifitas kapasitas pemadatan banyak dipilih peralatan pemadat bergetar.

Berikut di bawah ini Jenis-jenis Peralatan Pemadat yang kita kenal mulai yang paling kecil sampai yang besar:
  1. Vibrating Rammer
  2. Vibrating Tamper (Plate Compactor)
  3. Pedestrian Roller (Baby Roller) : Single Drum; Double Drum (Tandem)
  4. Pneumatic Tyre Roller
  5. Combination Roller
  6. Three Wheel Roller
  7. Tandem Roller
  8. Vibratory Roller (Vibrating Compactor): Smooth Drum; Pad foot (Sheep Foot); Towed


Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pemadatan antara lain adalah:
  1. Jenis material yang dipadatkan
  2. Jenis dan Kapasitas alat pemadat
  3. Metode pelaksanaan serta jumlah lintasan pemadatan
  4. Kadar air material yang dipadatkan

Tiap jenis peralatan pemadat mempunyai spesifikasi khusus untuk disiapkan pada pelaksanaan pekerjaan pemadatan tertentu, namun ada juga yang masih dapat dipakai pada jenis pemadatan lainnya. Misalnya untuk pekerjaan pemadatan tanah, dipakai Tyre Roller namun masih bisa dipakai untuk pekerjaan lainnya, yaitu pemadatan hamparan campuran aspal panas.

Berikut akan diuraikan jenis dan fungsi serta jenis kegiatan pemadatan yang sesuai untuk peralatan pemadat yang bersangkutan.

1. Vibrating Rammer



Dengan luas alas yang kecil (± 30 cm x 30 cm), Vibrating Rammer ini dipakai pada pekerjaan pemadatan lubang-lubang kecil penambalan (Patching), terutama penambalan pada lubang-lubang yang dalam. Beratnya sekitar 80 Kg atau 60 Kg. Pekerjaan pemeliharaan jalan dan pekerjaan pemadatan kecil yang sejenisnya (lihat gambar).


2. Vibrating Tamper (Plate Tamper)



Dengan luas permukaan alat yang agak lebih besar (sekitar ± 45 cm x 50 cm) maka tamper ini dapat dipakai pada pemadatan lapisan tambalan (patching) dengan luas penambalan sekitar 100 x 100 cm atau lebih. Dipakai juga pada pemadatan serta perataan permukaan jalan trotoar block yang baru dipasang. (lihat gambar)

Peralatan ini umumnya digunakan pada mata pembayaran :
  • Gorong gorong Pipa Beton Bertulang, Diameter Dalam 50 cm;
  • Gorong gorong Pipa Beton Bertulang Diameter Dalam 50 cm sampai 70 cm;
  • Gorong gorong Pipa Beton Bertulang, Diameter Dalam 70 cm sampai 100 cm;
  • Gorong gorong Pipa Beton Bertulang, Diameter Dalam 100 cm sampai 130 cm;
  • Gorong gorong Beton Tanpa Tulang Diameter Dalam 140 cm sampai 150 cm;
  • Gorong gorong Pipa Baja Bergelombang;
  • Gorong gorong Pipa Beton Tanpa Tulangan diameter dalam 20 cm sampai 30 cm;
  • Timbunan Porous atau Bahan Penyaring (Filter);
  • Perkerasan Blok Beton pada Trotoar dan Median;


3. Pedestrian Roller (Baby Roller)

Alat pemadat ini berbentuk alat pemadat tandem kecil dengan roda besi pemadat berdiameter kecil (drum). Roda besi (drum) ini bisa satu (single drum), bisa juga dua roda (tandem). Dengan roda yang bergetar bisa satu roda bisa juga dua-duanya bergetar. Pedestrian roller ini bisa berjalan sendiri karena dipasang mesin dan dikendalikan oleh seorang operator yang berjalan di belakangnya. Karenanya roller ini kadang disebut juga walk behind. Pedestrian roller dengan berat statis mulai dari 400 Kg sampai 1200 Kg dipakai pada pemadatan lapisan aspal panas atau dingin untuk pejalan kaki, di pelataran parkir mobil, atau pemadatan lapisan aspal pada pekerjaan patching untuk permukaan lubang kerusakan agak luas, dan juga untuk pelaksanaan pemadatan lapisan aspal permukaan pekerjaan jalan di bagian tepi dengan beton pembatas atau kerb (lihat gambar).

Peralatan ini umumnya digunakan pada mata pembayaran :
  • Lapis Pondasi Agregat Kelas A utk Pekerjaan Minor;
  • Lapis Pondasi Agregat Kelas B utk Pekerjaan Minor;
  • Agregat untuk Perkerasan Tanpa Penutup Aspal untuk Pekerjaan Minor;
  • Campuran Aspal Panas untuk Pekerjaan Minor;
  • Campuran Aspal Dingin untuk Pekerjaan Minor.


Single Drum


Double Drum


4. Pneumatic Tyre Roller


Peralatan pemadat ini mempunyai roda ban karet dengan bertekanan angin permukaan telapak ban licin, dengan susunan roda 4 buah ban di depan dan 5 buah dibelakang saling overlap, atau 3 buah ban di depan dan 4 di belakang

Umumnya roller ini mempunyai berat sekitar 8 ton sampai 14 ton apabila diberi ballast air di dalam tangkinya.

Pemakaiannya yang utama adalah untuk pemadatan hamparan lapisan campuran aspal panas, khususnya pada pemadatan antara atau intermediate rolling.

Pneumatic tyre roller ini juga dipakai pada pemadatan timbunan pondasi tanah untuk finishing permukaan timbunan.

Pneumatic tyre roller ini tidak cocok untuk pemadatan timbunan / hamparan batu, kerikil atau agregat, kecuali pada lapisan tipis burtu atau burda. Pemadatan pada permukaan batu atau agregat tidak akan menghasilkan kepadatan yang optimum karena permukaan batu atau agregat pada saat dilintasi roda ban karet akan menekan roda ban karetnya sehingga roller tidak akan efektif meneruskan gaya tekannya ke permukaan.



Dengan telapak ban yang rusak maka pada tyre roller ini tidak boleh lagi dipakai pada pemadatan lapisan campuran aspal panas (intermediate rolling)

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan pada pengoprasian pneumatic tyre roller:
  • Tekanan angin pada semua roda ban harus sama
  • Tekanan angin pada setiap roda tidak boleh kurang atau terlalu keras
  • Permukaan / telapak roda ban harus tetap lilcin / rata, tidak boleh ada yang terbelah atau terkelupas.

Pemakaian pneumatic tyre roller pada pemadatan lapis pondasi agregat selain tidak efektif tapi juga jelas akan mempercepat kerusakan telapak roda ban karetnya. (lihat gambar)

Peralatan ini umumnya digunakan pada mata pembayaran :
  • Lapis Pondasi Semen Tanah;
  • Agregat Penutup BURTU;
  • Lapis Pondasi Tanah Semen;
  • Agregat Penutup BURTU;
  • Agregat Penutup BURDA;
  • Latasir Kelas A (SS-A);
  • Latasir Kelas B (SS-B);
  • Lataston Lapis Aus (HRS-WC);
  • Lataston Lapis Aus (HRS-WC) Leveling;
  • Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base);
  • Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) Leveling;
  • Laston Lapis Aus (AC-WC);
  • Laston Lapis Aus (AC-WC) Modifikasi;
  • Laston Lapis Aus (AC-WC) Leveling;
  • Laston Lapis Aus (AC-WC) Modifikasi Leveling;
  • Laston Lapis Antara (AC-BC);
  • Laston Lapis Antara (AC-BC) Modifikasi;
  • Laston Lapis Antara (AC-BC) Leveling;
  • Laston Lapis Antara (AC-BC) Modifikasi Leveling;
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base);
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base) Modifikasi;
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base) Leveling;
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base) Modifikasi Leveling;
  • Lasbutag;
  • Latasbusir Kelas A;
  • Latasbusir Kelas B.


5. Combination Roller



Peralatan pemadat ini adalah peralatan dengan roda kombinasi, yaitu roda besi di bagian depan dan roda karet di bagian belakang

Umum nya peralatan ini tidak terlalu berat ( 4 sampai 6 ton). Peralatan ini jarang dipakai karena efesiensi pemakaiannya (efektifitasnya) rendah.

Biasanya dipakai pada pekerjaan pemeliharaan pada kerusakan permukaan jalan beraspal dengan luas kerusakan tidak besar tapi tidak juga kecil.

Peralatan ini umumnya digunakan pada mata pembayaran :
  • Timbunan Pilihan;
  • Timbunan Batu dengan Manual;
  • Timbunan Batu dengan Derek;
  • Lapis Pondasi Agregat Kelas A;
  • Lapis Pondasi Agregat Kelas B;
  • Lapis Pondasi Agregat Kelas A;
  • Lapis Pondasi Agregat Kelas B;
  • Lapis Pondasi Agregat Kelas C;
  • Latasir Kelas A (SS-A);
  • Latasir Kelas B (SS-B);
  • Lataston Lapis Aus (HRS-WC);
  • Lataston Lapis Aus (HRS-WC) Leveling;
  • Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base);
  • Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) Leveling;
  • Laston Lapis Aus (AC-WC);
  • Laston Lapis Aus (AC-WC) Modifikasi;
  • Laston Lapis Aus (AC-WC) Leveling;
  • Laston Lapis Aus (AC-WC) Modifikasi Leveling;
  • Laston Lapis Antara (AC-BC);
  • Laston Lapis Antara (AC-BC) Modifikasi;
  • Laston Lapis Antara (AC-BC) Leveling;
  • Laston Lapis Antara (AC-BC) Modifikasi Leveling;
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base);
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base) Modifikasi;
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base) Leveling;
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base) Modifikasi Leveling;
  • Lasbutag;
  • Latasbusir Kelas A;
  • Latasbusir Kelas B;
  • Campuran Aspal Dingin untuk Pelapisan.


6. Three Wheel Roller



Peralatan pemadat ini merupakan jenis peralatan pemadat yang paling tua yang pernah dibuat. Awalnya jenis peralatan pemadat ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan peralatan pemadat yang diperlukan untuk pemadatan jalan batu/kerikil.

Jenis konstruksi perkerasan permukaan jalan pada saat itu pada umumnya adalah lapis penetrasi macadam, dimana material yang dipakai dipakai adalah batu pecah atau agregat.

Untuk pemadatannya hanya diperlukan roller dengan roda besi, yaitu 3 wheel roller. Peralatan pemadatan dengan 2 roda gerak (drive wheel) dan satu roda besi di depan berfugnsi sebagai roda pengarah (steering wheel).

Three wheel roller tidak cocok dipakai untuk pemadat tanah karena tanah akan menempel ke roda dimana ketiga rodanya tidak bergetar.

Three wheel roller yang dipakai di Indonesia tidak cocok dipakai untuk pemadat lapisan hamparan campuran aspal panas karena antara lain:
  • Ground pressure dari roda tidak sama
  • Road penggerak, yaitu roda yang diputar mesin atau drive wheel hanya roda belakang saja
  • Antara roda depan dan roda belakang terdapat alur kosong yang terlindas kedua roda baik depan atau roda yang belakang

Peralatan ini umumnya digunakan pada mata pembayaran :
  • Lapis Permukaan Penetrasi Macadam;
  • Lapis Fondasi atau Perata Penetrasi Macadam;
  • Waterbound Macadam untuk Pekerjaan Minor;
  • Penetrasi Macadam untuk Pekerjaan Minor.

Catatan:

Untuk breakdown rolling atau pemadatan awal hamparan campuran aspal panas, maka pada saat pertama pemadatan awal roda yang di depan harus roda penggerak (drive wheel) agar tidak ada lapisan yang terdorong. (lihat gambar)


Gambaran saat awal breakdown rolling memakai 3 wheel roller dengan drive wheelnya dibelakang, ada lapisan hamparan yang terdorong oleh roda depan (bukan di lindas atau di roll)


7. Tandem Roller



Tandem roller merupakan peralatan pemadat yang banyak dipakai, terutama pada pekerjaan pengaspalan yaitu pada saat pemadatan hamparan campuran aspal panas untuk break down rolling dan pada saat finishing. Disebut tandem karena kedua roda besinya (terkadang ada yang 3 roda) dipasang segaris yaitu roda belakang terletak terletak segaris dibelakang. Roda depan serta ukuran (dimensi) nya sama (lihat gambar)

Tandem roller sangat cocok untuk pemadatan hamparan agregat misalnya pada pekerjaan lapisan pondasi / perata penetrasi macadam, selain memakai 3 wheel roller, juga untuk lapisan pondasi agregat kelas A atau kelas B. pemakaian tandem roller lebih efisien karena dalam lintasan diperoleh 2 kali pemadatan. Hal ini menyebabkan berat tendem roller tidak perlu terlalu besar, apalagi peralatan ini juga dilling tapi dengan roda besi yang bergetar (vibrating). Bias salah satu roda, bias kedua roda yang bergetar, sehingga dapat menambah ground impact kedua roda ke permukaan hamparan. Karena bergetar maka tandem roller ini sering juga disebut vibrating tandem roller.

Pengaruh getaran roda ini banyak tergantung pada frekuensi dn amplitude getaran. Umumnya dipilih frekuensi tinggi dengan amplitude rendah namun, hal ini akan mempengaruhi kecepatan lintasan. Biasanya akan menghasilkan kecepatan lintasan yang rendah sekali, dan hal ini tidak disukai karena menurunkan tingkat kapasitas produksi. hal tersebut yang menyebabkan bahwa untuk pemadatan hamparan campuran aspal panas untuk tandem roller tidak pernah dipasang getarannya sehingga kecepatan lintasan bias lebih tinggi. Sebagai contoh, apabila getaran / roda dipasang maka kecepatan lintasan yang dianjurkan adalah rata-rata 1,0 : 1,50 meter / menit. Sedangkan jika tidak bergetar bisa mencapai 0.8 s.d. 1.00 Km/jam

Pada tandem roller roda maka penggeraknya atau drive wheel bisa salah satu roda atau kedua rodanya sebagai roda penggerak.

Pada pekerjaan breakdown rolling atau pemadatan awal hamparan campuran aspal panas maka roda penggerak harus di depan, hal ini dumaksudkan agartidak ada material pada hamparan yang akan terdorong oleh roda yang akan terdorong oleh roda yang tidak digerakan (bukan roda penggerak)

Peralatan ini umumnya digunakan pada mata pembayaran :
  • Latasir Kelas A (SS-A);
  • Lataston Lapis Aus (HRS-WC);
  • Lataston Lapis Aus (HRS-WC) Leveling;
  • Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base);
  • Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) Leveling;
  • Laston Lapis Aus (AC-WC);
  • Laston Lapis Aus (AC-WC) Modifikasi;
  • Laston Lapis Aus (AC-WC) Leveling;
  • Laston Lapis Aus (AC-WC) Modifikasi Leveling;
  • Laston Lapis Antara (AC-BC);
  • Laston Lapis Antara (AC-BC) Modifikasi;
  • Laston Lapis Antara (AC-BC) Leveling;
  • Laston Lapis Antara (AC-BC) Modifikasi Leveling;
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base);
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base) Modifikasi;
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base) Leveling;
  • Laston Lapis Pondasi (AC-Base) Modifikasi Leveling;
  • Lasbutag;
  • Latasbusir Kelas A;
  • Latasbusir Kelas B;
  • Campuran Aspal Dingin untuk Pelapisan.


8. Vibratory compactor



Sering disebut juga dengan nama lain yaitu Vibratory Roller saja. Terdiri dari roda besi di depan yang bisa digetarkan dan dua buah ban karet pneumatic di bagian belakang kiri dan kanan yang menggerakan unitnya, Yang melaksanakan pemadatan adalah roda besi bergetar yang di depannya.

Ada 3 jenis vibroroller:

Vibro roller smooth drum

Adalah vibrating roller dengan roda besi bergetar yang mempunyai permukaan yang licin.

Vibro roller pad foot

Adalah vibrating roller dengan roda besi bergetar yang mempunyai permukaan yang memiliki tonjolan seperti kaki kambing (Sheep foot roller).

Vibro roller towed

Adalah vibrating roller yang ditarik. (roller pemadatnya tidak berjalan sendiri).

Vibrating roller cocok dipakai pada pemadatan lapisan pondasi tanah (clay) serta untuk stabilitas tanah terutama vibrating pad foot roller dengan beratnya yang cukup tinggi. Namun karena kelincahannya dalam operasi maka vibrating roller ini banyak dipakai untk pemadatan timbunan lapisan pondasi agregat (kelas A atau kelas B), atau bahkan pemadatan timbunan batu (lihat gambar). Hal tersebut masih bisa dan efektif dipakai, namun dikhawatirkan roda ban karetnya yang mahal akan cepat rusak.

Peralatan ini umumnya digunakan pada mata pembayaran :
  • Timbunan Biasa dari selain Galian Sumber Bahan;
  • Timbunan Batu dengan Derek;
  • Penyiapan Badan Jalan;
  • Lapis Pondasi Semen Tanah;
  • Lapis Pondasi Tanah Semen.

Contoh pemakaian peralatan Pemadat :



Towed Vibratory Compactor digunakan untuk pemadatan sekaligus penghancuran hamparan pondasi batu pecah memakai peralatan vibratory roller yang ditarik.


Vibratory Compactor Pemadatan lapisan timbunan pondasi batu pecah.


Tandem Roller digunakan untuk pemadatan lapisan hamparan agregrat.


Smooth Drum Vibratory Compactor digunakan untuk pemadatan lapisan base course.


Smooth Drum Vibratory Compactor digunakan untuk pemadatan agregrat kelas A pada bagian kerusakan badan jalan.


Pad Foot atau Sheep Foot Vibro Compactor pada pemadatan lapisan hamparan tanah.


Sheep Foot Roller atau Sheep Foot Vibratory Compactor digunakan pada pemadatan lapisan hamparan agregrat.


Pad Foot Tandem Roller digunkan untuk memadatkan lapisan hamparan agregrat kelas A.


Pad Foot Vibratory Compactor digunakan untuk memadatkan lapisan hamparan agregrat kelas A.

Share this:

Disqus Comments